Tanpa Petunjuk Kita Tidak Dapat Berjalan Lurus


Mitos menyebutkan jika orang tersesat maka akan berputar-putar dan kembali ke tempat di mana ia memulai perjalanannya. Penelitian dilakukan untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi, jika seseorang mencoba berjalan tanpa adanya petunjuk arah tujuan.

http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/tcr/lowres/tcrn212l.jpg



Peneliti melakukan studi dengan menggunakan GPS untuk melacak para relawan yang melakukan perjalanan di padang pasir Sahara yang berada di Tunisia, dan hutan Bienwald di Jerman.

Mereka menemukan para peserta hanya dapat melakukan perjalanan dengan lurus ketika matahari atau bulan terlihat. Saat matahari dan bulan tidak terlihat, atau apabila hanya tertutup awan maka pejalan ini tanpa sadar bergerak mengitar.

Dr Jan Souman, dari Max Planck Insitute di Tubingen, Jerman, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan mitos tentang seseorang yang berjalan dalam sebuah lingkaran ketika tersesat adalah benar.

Tanpa Petunjuk, Kita Tidak Dapat Berjalan Lurus

“Orang-orang tidak dapat berjalan dalam garis lurus apabila mereka tidak memiliki petunjuk yang jelas, seperti sebuah menara atau gunung di kejauhan atau matahari maupun bulan, dan seringnya akan berakhir berjalan melingkar,” katanya.

Penelitian ini yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, menunjukan semua relawan yang ikut dengan mata tertutup juga mengalami hal yang sama.

Salah satu alasan utama yang paling memungkinkan adalah apabila salah satu kaki dari mereka lebih panjang ataupun lebih kuat, yang meningkatkan ketidakpastian untuk berjalan lurus, ujar peneliti.

“Sebuah kesalahan acak di berbagai tanda indrawi yang menyediakan informasi mengenai arah berjalan bertambah setiap saat, membuat apa yang seseorang fikirkan mengenai berjalan lurus menjadi kabur dan menjauh dari pandangan arah lurus sebenarnya,” jelas Dr Souman.


'Ied in Harmony

Tidak terasa bulan suci telah berlalu, hari nan fitri pun juga baru saja dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Tiap-tiap belahan bumi, tiap-tiap negara, masing-masing  daerah, provinsi, kota, desa, bahkan setiap rumah gegap gempita menyambut hari raya Idul Fitri yang juga dilaksanakan setiap tahunnya. kesan-kesan pun timbul dari berbagai individu muslim di setiap kontingen dan wilayah. 

Hal yang paling menarik untuk dibahas adalah perbedaan pelaksanaan lebaran. pembahasan ini memang bukan lagi pembahasan baru karena hal ini juga pernah terjadi pada tahun-tahun yang lampau. meskipun demikian, kejadian seperti ini seharusnya tidak perlu lagi terjadi jika umat muslim menghendaki adanya kesatuan ummat. karena sedikit banyak, hal ini dapat menimbulkan perpecahan umat baik secara langsung maupun tidak langsung. bisa diambil contoh di lingkungan desa saya yang tersusun atas tiga golongan besar masyarakat muslim, dimana setiap golongan muslim mempunyai satu masjid besar. tentu cukup aneh saat satu masjid mengumandangkan takbir sementara dua masjid yang lain melaksanakan shalat tarawih, apalagi satu kompleks sudah menyalakan kembang api dan petasan, sementara di kompleks lain masih bersahut-sahutan untuk tadarus. yang paling parah adalah saat salah satu anak merasa iri dengan tetangganya karena sudah boleh makan pada esok harinya sementara dia masih berpuasa ikut orang tuanya. hal ini tentu sangat miris, mengingat kita umat islam memiliki satu Tuhan, satu Rasul, dan satu keyakinan. lantas mengapa harus ada perbedaan. Tapi no problem karena perbedaan lah yang membuat dunia ini lebih berwarna bukan.

Membahas perbedaan memang justru akan menimbulkan sesuatu yang negatif dan tak akan ada ujungnya apalagi ada pihak-pihak yang melakukan provokasi. Nah, oleh karena itu alangkah lebih baiknya kalau kita mencari akar timbulnya perbedaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, akar perbedaan ini ada pada  proses penentuan 1 syawal yang juga disiarkan di beberapa stasiun televisi melalui sidang isbat. Hmm tentu umat muslim termasuk saya sendiri pun penasaran dengan bagaimana sih proses penentuan 1 Syawal tersebut, apa faktor yang membuat umat muslim berbeda dalam penentuan 1 Syawal? kiranya tulisan ini akan coba mengantarkan kita pada pemaparan jawaban dari pertanyaan tersebut yang dihimpun dari beberapa artikel terkait.

Pada dasarnya, untuk mengetahui mulai waktu berpuasa (tanggal 1 Ramadhan) dan berhari raya (tanggal 1 syawal) maka dilaksanakan ketetapan sesuai hadist Nabi dalam riwayat Bukhari dan banyak hadits lain telah menegaskan sebagai berikut ;
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِّيَ عَلَيْكُمْ الشَّهْرُ فَعُدُّوا ثَلَاثِينَ
  "Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian terhalang mendung, maka hitunglah tiga puluh hari" (HR Muslim no.1810, dari Abu Hurairah ra.)

Hilal atau bulan baru sedangkan kalangan ahli mengartikannya sebagai penampakan bulan pertama ketika bulan baru sesaat setelah matahari terbenam. Jadi dalam penanggalan (kalender) islam, perhitungan awal bulan adalah terlihatnya hilal. Kalender islam disebut juga kalender Hijriyah karena kalender ini dimulai ketika Nabi Muhammad saw. berpindah ke Madinah (Hijrah). Kalender ini kemudian dipakai secara resmi dalam penentuan waktu-waktu ibadah umat islam seperti pelaksanaan puasa Ramadhan, ibadah Haji, peringatan hari-hari besar umat Islam, dll.

Kembali ke hadist diatas!, sekilas hadist tersebut memberikan isyarat untuk mengobservasi/ mengamati atau melihat bulan setiap kali menentukan awal bulan baru, maka dari sini lah kemudian timbul berbagai macam metode pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah. Ada beberapa metode yang umum digunakan yaitu dengan Ru'yah dan Hisab.
Metode Ru'yah
1. Ru'yah
Ru'yah secara bahasa berarti melihat. Sedangkan secara termionolgis ru'yah berarti melihat hilal dengan mata pada saat matahari terbenam di barat pada tanggal 29 bulan Hijriyah. Saat ini metode ru'yah banyak terbantu dengan alat teropong sampai penggunaan theodolit. Untuk meminimalkan kesalahan hasil pengamatan maka dilakukan persiapan yang matang seperti pemilihan lokasi ru'yah yang strategis, pengamat-pengamat yang jujur dan menguasai cara-cara merukyat, prediksi arah dan tinggi bulan serta waktu pengamatan yang mendukung keberhasilan pengamatan dll.
Meskipun demikian masih akan dijumpai nantinya perbedaan untuk mengetahui awal bulan disebabkan oleh perbedaan faktor-faktor pendukung ru'yah mulai dari segi pemilihan lokasi baik geografis maupun strategisnya, pengaruh cuaca, penggunaan alat, pengamat rabun atau tidak, tidak ada pengganggu pandangan di arah hilal, keahlian dan kejujuran para pengamatnya serta banyak hal lainnya yang menyebabkan perbedaan hasil pengamatan hilal.

2. Hisab
Metode selanjutnya adalah hisab. Hisab dalam istilah penanggalan Hijriyah berarti metode penentuan penanggalan/awal bulan hijriyah dengan perhitungan astronomi. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini orang bisa melakukan hisab dengan akurasi tinggi. Seperti halnya ru'yah, hisab pun terdapat perbedaan dalam hasil pengamatan hilal. Sampai saat ini terdapat beberapa macam metode hisab dan dari hasil-hasil perbandingan berbagai macam metode perhitungan astronomi tersebut terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya perbedaan dalam sudut elongasi, ketinggian bulan, sudut pencahayaan, umur bulan dari waktu ijtima'nya, dll.


FIQH, SCIENTIFIC DAN POLITIK
Ternyata pada satu metode pengamatan hilal baik pada ru'yah maupun hisab (bahkan dengan pendekatan science dan teknologi canggih pun) masih dijumpai perbedaan hasil pengamatan hilal. Lantas bagaimana penentuan awal bulan baru jika pelaksanaan pengamatan hilal yang berbeda? mengenai hal inilah diperlukan turut campur pemerintah (politik). Karena pada dasarnya Pemerintah lah yang berhak menetapkan awal bulan kalender hijriyah. Jadi dengan campur tangan pemerintah apakah kaum muslim sudah bisa merayakan Idul Fitrih bersama? ternyata BELUM. Yach.. Mungkin dalam satu negeri rakyatnya bisa merayakan bersama tapi bagaimana secara umat islam secara global?. Kenyataannya kita jumpai negeri-negeri muslim berbeda dalam merayakan Idul Fitri padahal negeri-negeri tersebut bertetangga (dan bukannya masih berada di bumi yang sama).
Menurut pendapat jumhur ulama, yakni dari kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah, tidak adanya  anggapan mengenai perbedaan penentuan awal dan akhir puasa karena perbedaan mathla’ (tempat lahirnya bulan). Sayyid Sabiq menyatakan, “Menurut jumhur, tidak dianggap adanya perbedaan mathla’ (ikhtilâf al-mathâli’). Oleh karena itu kapan saja penduduk suatu negeri melihat hilal, maka wajib atas seluruh negeri berpuasa karena sabda Rasulullah saw, “Puasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.” Seruan ini bersifat umum mencakup seluruh ummat. Jadi siapa saja di antara mereka yang melihat hilal; di tempat mana pun, maka ru’yah itu berlaku bagi mereka semuanya.”
Sayangnya masing-masing negeri muslim menetapkan sendiri-sendiri awal dan akhir Ramadhan berdasar hasil perhitungan atau rukyah yang didapat di wilayah negara itu. Bila di negeri itu tidak terlihat hilal, maka langsung digenapkan, tanpa menunggu terlebih dahulu hasil rukyat di negara muslim lain. Hasil keputusan tersebut lalu diumumkan di seluruh negeri masing-masing. Akibatnya, disinilah terjadinya perbedaan dalam mengawali dan mengakhiri puasa Ramadhan antara negeri-negeri muslim.
Pada hakekatnya, penentuan awal bulan kalender Hijriyah berkaitan erat dengan peredaran dan perputaran bumi, bulan, dan matahari. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan batas-batas negara yang bisa berubah-ubah. Pengamatan hilal seharusnya terintegrasi mulai dari Papua sampai Maroko. Apabila tidak terlihat hilal maka istikmal (penyempurnaan) digenapkannya bulan menjadi 30 hari. Disitulah kemudian sekali lagi membuat saya takjub dengan keagungan Islam. Ditunjukkan dengan terintegrasinya science, fiqh dan politik secara indah dalam islam. Meskipun science tidak perlu pembenaran Quran untuk membuktikannya tapi pembuktian ilmiah (walau didapat secara sistematis pun) harus tunduk kepada syariat. Dan dengan politik, sinergi itu dapat dijaga. Oleh karena itu, memang sudah saatnya kaum muslim di seluruh dunia mempunyai kesatuan politik. One God, One Rosul, One Ummah, One Eid!

Konspirasi di balik Transformer 3

Setelah menunggu lama akhirnya Transformer 3 dirilis dan tayang di bioskop seluruh Indonesia. Film yang terkenal terkenal dengan gambar, grafik, efek, dan cerita action yang mendebarkan itu memang sudah masuk seri 3. Seri yang katanya berbeda dengan seri-seri sebelumnya, maklum kekasih Sam yang pada seri sebelumnya diperankan oleh Megan Fox, kini digantikan oleh Rosie Huntington. Selain itu ending ceritanya pun katanya agak berbeda karena ceritanya Megatron "wafat" (innalillahi..). 
Usai berpusing-pusing ria dengan lomba game bisnis Gemastik, aku pun segera tancap gas ke Galaxy 21 bersama seorang teman buat hunting tiket nanti malam. Sesampainya di sana, kami dibuat bingung lagi karena film yang tayang nanti malam seru-seru, mulai Transformer 3, Harry Potter Deathly Hallows part 2, hingga fast n furious. tapi akhirnya pilihan jatuh ke Transformer 3. Setelah memesan tiket kursi baris ke 3 untuk jam 20.30 WIB malam ini, motor Supra fit langsung tancap gas menuju media idaman untuk hunting buku "Api Sejarah", meskipun ternyata kehabisan tapi tetap dapet 2 buku, karya Salim A. Fillah dan Ernest Hemingway, lumayan buat bacaan liburan, pikirku. 
Tepat  pukul 20.00 WIB setelah Shalat Tarawih, segera kutancap gas menuju basecamp. Setelah menunggu teman-teman hampir setengah jam, "rombongan" segera bergerak ke Galaxy 21. Meskipun telat 10 menit sesampainya disana dan ketinggalan cerita dari awal, tapi kami tetap dapat menikmati filmnya. Film berdurasi hampir 2 jam itu tak membuat mata kami lelah untuk tetap terbuka daripada kalau dipake baca novel atau buku kuliah (dasar setannya banyak..). Bersama penonton lain yang rata-rata chinese, aku dan teman-temanku pun tetap mengikuti film hingga akhir pukul 11 malam. 
Sentimel Prime
Dalam film yang memang secara grafik dan cerita cukup luar biasa itu, diceritakan bahwa ditemukan alat kendali dari sebuah kapal Autobot yang disebut-sebut sebagai "ark", sehingga Megatron dan kawan-kawan pun berusaha membangkitkan Sentimel Prime, pemimpinnya di cybetron dulu, yang berada di kapal tersebut guna menyelamatkan Cybetron dan menumpas disepticon. Sementara itu, para penggawa disepticon dengan Megatron yang masih terluka akibat serangan para autobot di Transformer 2 pun terus melakukan pengawasan dan rencana-rencana licik guna menguasai bumi dan mengambil alih kekuasaan Cybetron dari tangan para autobot. Bahkan di seri ini, mereka mulai melakukan pembunuhan terhadap para astronot untuk menghapus jejak, sehingga manusia dan autobot tidak bisa mengakses informasi terkait sisi gelap bulan. Para Disepticon juga memanfaatkan beberapa orang untuk menjadi budak mereka guna membantu misi rahasia mereka. Namun Wittwicky mengetahui rahasia mereka melalui seorang rekan kerjanya. Sementara itu, Sentimel prime yang telah berhasil dibangkitkan malah berkhianat kepada autobot dan bergabung dengan Disepticon untuk menghidupkan kembali planetnya. Karena pengkhiatan tersebut, autobot di usir oleh pemerintah Amerika dengan bantuan NEST. Akibatnya, Disepticon semakin mudah menjalankan rencananya dan dengan bantuan Sentimel, mereka berusaha mendekatkan Cybetron ke Bumi untuk menghidupkannya kembali. Namun, di sisi lain, ternyata Optimus dkk sudah menyiapkan rencana lain. ternyata diusirnya mereka sudah direncanakan oleh Optimus untuk mengelabuhi desepticon. Dan Dengan bantuan wittwicky, NEST, dan kawan-kawannya, akhirnya misi Disepticon yang hampir berhasil dapat di gagalkan. Berkat provokasi dari Carly (pacar Sam), Megatron yang mulanya menjadi sekutu Sentimel akhirnya saling serang karena berebut kekuasaan. Akhirnya keduanya mati di tangan Optimus.
Lantas dimana letak konspirasinya??
Dari sinilah dimulainya konspirasi itu...
Awalnya saya tidak menyadari konspirasi ini karena terlalu asyik menikmati cerita dan grafik yang ditayangkan selama kurang lebih 2 jam tersebut, hingga tidak memperhatikan hal-hal kecil yang ternyata itu merupakan sebuah konspirasi besar-besaran. Namun, setelah pulang dan sempat melihat video clips dari lagu Iridescent (soundtrack film tersebut) yang dinyanyikan oleh Linkin Park, akhirnya terkuaklah dengan jelas konspirasi itu. Konspirasi yang dimaksud di sini adalah konspirasi yahudi yang menyebarkan doktrin-doktrinnya melalui media visual. Konspirasi ini memang serupa dengan konspirasi yahudi yang dapat kita jumpai pada album Dewa 19 dalam video clip-nya. Secara garis besar, berikut ini beberapa konspirasi yang terjadi, chekidot,,, :
1. Munculnya Karakter baru, Robot bermata satu
Shockwave
 Munculnya karakter baru berupa robot bermata satu  di seri ini menjadi awal penanda konspirasi ini. Robot yang bernama "Shockwave" ini dikenal sangat kuat dan menjadi ujung tombak Disepticon dalam menghancurkan musuh-musuhnya. Robot ini juga menjadi robot yang terbesar selain megatron dalam squad Disepticon. Dalam  resensinya bahkan disebut-sebut robot ini menjadi penjahat utama dari Transformer 3. Dengan satu mata di tengah kepalanya yang sangat tajam mengawasi dan memburu musuh-musuhnya, robot ini menjadi momok menakutkan bagi Sam dan para autobot. Mata satu sudah sangat dikenal sebagai penanda konspirasi yahudi karena mata satu ini menjadi Tuhan dari kaum yahudi yang dinanti-nanti kedatangannya. Dalam Islam, mata satu pun sudah disebutkan dalam hadist Nabi bahwa yang bermata satu adalah Dajjal. Memang benar bahwa Dajjal-lah yang sedang dinanti-nanti oleh orang-orang yahudi dan Dajjal tidak akan muncul jika bangunan persembahan itu belum sempurna. Dan konon persembahan itulah yang kini sedang digarap oleh orang-orang yahudi, yaitu kekuasaan mutlak atas dunia yang berujung pada kerusakan dunia. Dalam cerita Transformer 3, Shockwave akhirnya dikalahkan oleh Optimus. Baca lebih lengkap mengenai Shockwave di sini

2. Munculnya Robot berwujud Seperti Ular.
Robot Ular
 Penanda kedua adalah robot berbentuk ular. Dalam mitologi Yahudi, ular menjadi senjata ampuh atau juga dewa bagi orang-orang Yahudi. Seperti juga kita jumpai di film Prince of Persia (Sands Of Time), Hassansin yang merupakan ajaran gelap dan terlarang orang-orang Yahudi (buangan) juga menggunakan ular sebagai simbol kekuatannya. Ular juga dianggap sebagai lambang kekuatan jahat yang mampu menguasai dunia, seperti sosok-sosok makhluk yang kuat dalam mitologi yahudi sering digambarkan dengan sosok ular besar, seperti leviathan atau  Jormungandr. Dalam cerita di film tranformer 3 ini, robot ular tersebut menjadi pengawal Shockwave, dimana dia akan bergerak atas perintah dari Robot bermata satu Shockwave. Dalam serial komiknya, robot ini dijuluki "firstfight".

3. Poster dan Wallpaper Transformer 3
   Setelah mencoba browsing dan melihat-lihat beberapa resensi film, secara tidak sengaja ditemukan gambar-gambar ini. Gambar-gambar ini bukan sebuah rekayasa yang tidak disengaja. Teatpi pasti ada maksud di balik itu semua. Entah apa maksudnya, Anda dapat menerka-nerka sendiri.

4. Soundtrack Transformer 3, "Iridescent"
  Setelah mengawal peluncuran Transformer 1 lewat single "What I've Done" dan Transformer 2 lewat "New Divide", kali ini Linkin Park kembali dipercaya untuk mengiringi peluncuran Transformer 3 yang cukup fenomenal dengan single "Iridescent". Secara musik, kali ini lebih soft daripada dua lagu sebelumnya. Apalagi  didengarkan dengan melihat adegan live-nya pasti lebih pas. Yang agak berbeda ada pada video klipnya. Video klip dari soundtrack inilah yang membuat saya akhirnya sadar terhadap beberapa konspirasi yang ada, karena dalam klip berdurasi kurang lebih 4 menit tersebut semakin diperjelas simbol-simbol konspirasinya. Penasaran?? Silahkan lihat video berikut :



Belajar Desain Grafis - Tutorial Photoshop Coreldraw Illustrator Freehand Paint Visio Flash Maya 3DS Max Fireworks AutoCAD Dreamweaver InDesign Cinema4D

Menata Hati, Perbaiki Diri

"Jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati, cahaya ilahi..."
 
Manusia pada hakikatnya tak pernah luput dari kesalahan dan dosa, entah itu dosa yang ringan ataupun berat. besar kecilnya dosa atau kesalahan seseorang tak lepas dari kondisi hatinya karena hati manusia merupakan sumber segala pemikiran dan perasaan yang menentukan setiap tindakan seseorang.

Secara garis besar hati manusia diklasifikasikan menjadi empat bagian, antara lain : sudur (seperti dalam surat An Nas : “Fii Suduurinnaas”), Qolb (yang sering disebut hati itu sendiri), Fu’ad, dan Lub. Sudur merupakan bagian terluar dari hati, jika diibaratkan seperti bagian teras atau halaman dari hati. Qolb merupakan bagian lebih dalam dari hati, yaitu berada pada lapisan kedua dari luar. Qolb atau lebih sering disebut Qolbu inilah yang menjadi pintu masuk ke dalam ruangan-ruangan hati. Bagian yang lebih dalam yaitu Fu’ad. Bagian ini jika diibaratkan seperti kamar-kamar yang ada di dalam rumah hati. Sementara itu bagian inti yang merupakan pusat segala pemikiran jernih disebut Lub. Kata Lub sering disebutkan dalam Al qur’an pada kata Ulul Albab. Lub dimisalkan sebagai brankas dari hati, sehingga bagian ini sangat rawan dan harus benar-benar dijaga.
Ibarat sebuah rumah, jika tidak dijaga maka aka nada kemungkinan dimasuki oleh benda-benda asing yang tidak diinginkan, entah itu orang asing, binatang berbisa, debu, atau hal-hal lain yang berbahaya serta mengotori rumah kita. Begitupula dengan hati. Jika tidak dijaga maka kati yang semula jernih bisa menjadi kotor. “kotoran” atau hal-hal buruk masuk dalam diri manusia dan berada di bagian sudur yang merupakan bagian terluar dari hati. Hal-hal buruk ini bisa masuk kapan saja jika Qolb dan bagian-bagian di dalamnya tidak kita bentengi dengan hal-hal baik yang dapat melindungi rumah hati kita. Secara garis besar ada 3 “tanaman” yang dapat mengamankan dan melindungi hati kita dari hal-hal buruk yang ada di halaman hati kita, antara lain : tanaman kasih sayang, tanaman sabar, dan tanaman syukur.
1.    kasih sayang
Islam sangat menganjurkan dan menjunjung tinggi kasih sayang. Salah satu bukti yang paling sederhana adalah ucapan basmalah. Sebelum melakukan segala hal, umat muslim dianjurkan untuk membaca “bismillahirrahmanirrahiim”. Pada kalimat basmalah tersebut terdapat dua sifat Allah, yaitu Rahman dan Rahiim yang secara berturut-turut berarti pengasih dan penyayang. Pertanyaannya, kenapa sifat tersebut yang digunakan? Kenapa bukan sifat lain, seperti Al Malik atau Al quddus?. Tentu saja karena Islam sangat menganjurkan sifat kasih saying kepada sesame makhluk. Pernah juga diceritakan sebuah kisah sahabat Ali Bin Abi Thalib bahwa pada saat berangkat Shalat Shubuh menuju masjid, Beliau (Ali Bin Abi Thalib) bertemu dengan seorang tua yang juga sedang berjalan menuju arah masjid. Karena usia yang sudah sangat tua, orang tersebut berjalan sangat lambat. Sebagai seorang sahabat yang sangat menghormati orang lain, Ali Bin Abi Thalib tidak berani menyalip orang tua tersebut, melainkan berjalan di belakang orang tua tersebut. Sesampainya di dekat masjid, ternyata orang tua tersebut tidak pergi ke masjid karena ternyata orang tua tersebut adalah seorang nasrani. Ali Bin Abi Thalib pun bergegas menuju masjid untuk mengikuti shalat shubuh berjamaah bersama Rasulullah. Ternyata para jamaah sudah Ruku’ di rakaat yang terakhir, akhirnya Ali pun tidak ketinggalan jamaah dan mengikuti hingga akhir. Setelah Shalat berjamaah, yang kebetulan saat itu diimami langsung oleh Rasulullah, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasul, kenapa tadi Ruku’ di rakaat terakhir tidak seperti biasanya? Lama sekali?”. Kemudian Rasul pun menjawab, “Saat ruku’ tadi aku menerima wahyu bahwa aku harus menahan ruku’ karena menunggu Ali Bin Abi Thalib yang terlambat ikut shalat berjamaah karena menghormati seorang tua, akhirnya aku pun menahan ruku’ hingga Ali tiba”. Dari cerita tersebut, jelas bahwa Islam juga sangat menjunjung tinggi kasih sayang. Itulah yang juga menjadi dasar bahwa Rasulullah dan agama Islam menjadi Rahmatan lil ‘alamin, Rahmat bagi sekalian alam.

2.       Sabar dan syukur
Hal yang kedua yang dapat melindungi hati manusia dari sesuatu yang tidak baik adalah Sabar dan syukur. Diriwayatkan dalam sebuah cerita bahwa Al kisah terdapat seorang pasangan suami istri. Dimana kondisinya sangat kontras. Sang istri merupakan seorang wanita yang sangat cantik, sementara sang suami memiliki paras yang kurang tampan, yang pasti kondisi keduanya sangatlah berbeda hingga ibarat bumi dan langit. Bahkan karena merasa memiliki gap yang terlalu tinggi dengan istrinya, sang suami pun memanggil istrinya dengan panggilan yang sangat baik dan tidak pernah berlaku kasar terhadap sang istri. Suatu hari suami istri tersebut duduk bersama dan merenung. Sang suami berkata, “istriku, sepertinya kita berdua kelak akan masuk surga". Sang istri pun kaget dan menanyakan alas an kepada suaminya. Maka sang suami pun menjawab, “Aku akan masuk surga karena sangat bersyukur memiliki istri secantik dan sebaik engkau, sementara engkau akan masuk surga karena sangat sabar memiliki dan merawat aku sebagai suamimu”. Dari sini dapat dilihat bahwa dengan syukur dan senantiasa bersabar, hati kita pun akan terjaga dari hal-hal buruk yang dapat menggerogoti isi brankas hati kita.

Seseorang yang hanya mampu menjaga bagian sudur, maka ia berada pada tingkatan islam. Seseorang yang mampu menjaga hingga bagian Qolb, maka dia ada pada tingkatan Iman. Sementara seseorang yang mampu menjaga hingga Fu’ad, maka tingkatannya adalah Ihsan. Sedangkan orang yang mampu menjaga hati hingga bagian terdalam atau Lub, maka orang itulah yang ketauhidannya telah menyatu dengan dirinya. Oleh karena itu, untuk mencapai itu semua, mari kita berlomba-lomba untuk beribadah berbuat kebaikan untuk menggapai Ridha-Nya.

Ada sebuah kisah tentang seorang Raja yang memiliki tiga orang prajurit. Ketiga orang prajurit tersebut diberi tugas untuk mencari dan mengumpulkan buah-buahan yang paling baik yang ada di seluruh penjuru negeri. Akhirnya ketiga prajurit tersebut pun berangkat dengan membawa masing-masing satu buah karung. Prajurit yang pertama sangat bersungguh-sungguh melaksanakan perintah rajanya. Dia memanjat pepohonan yang tinggi guna mendapatkan buah yang terbaik, meskipun terasa sangat sulit tapi dia tetap gigih menjalankannya. Sementara itu prajurit yang kedua, tidak seperti prajurit yang pertama, dia hanya mencari buah seadanya. Entah baik atau tidak tetap dia masukkan ke dalam karung yang dibawahnya. Sedangkan prajurit yang ketiga sangat pemalas. Dia memilih untuk tidak mencari dengan anggapan bahwa Raja sangat sibuk, sehingga tidak akan memeriksa hasil pencarian mereka. Akhirnya prajurit ketiga mengisi karungnya dengan rerumputan dan batu-batuan agar terlihat penuh dan berat. Akhirnya pada hari H, ketiga prajurit tersebut menghadap Raja. Prajurit yang ketiga dengan percaya dirinya memberikan hasil pencariannya kepada Raja untuk diperiksa, meskipun sebenarnya dia salah dengan tidak melaksanakan perintah dengan benar. Namun apa yang terjadi, Sang Raja berkata, “aku tidak akan memeriksa isi karung kalian, tapi aku akan memenjarakan kalian bertiga. Selama di penjara kalian tidak akan diberi makan, tapi kalian boleh memakan apa yang ada di dalam karung yang kalian bawa.” Akhirnya ketiga prajurit tersebut dipenjarakan di tempat yang berbeda-beda. Prajurit pertama pun masih bisa hidup sejahtera di penjara karena bisa menikmati buah-buahan terbaik yang ada di dalam karungnya. Sementara itu prajurit kedua terpaksa juga harus memakan buah-buahan yang dicarinya dengan seadanya. Di sisi lain prajurit ketiga akhirnya terpaksa harus makan rerumputan dan akhirnya mati kelaparan.
Jika cerita tersebut dianalogikan dengan kehidupan, maka dapat dimisalkan Sang Raja adalah Tuhan pencipta alam, Allah SWT. Ketiga prajurit itu adalah tipe-tipe manusia, dimana kesemuanya diperintah oleh Allah SWT selaku Sang Raja untuk menjalankan perintahnya. Buah-buahan dapat dianalogikan sebagai pahala ibadah yang wajib kita cari, sementara penjara merupakan alam kubur kita. Dengan demikian, sebelum kita masuk alam kubur, marilah kita isi karung-karung kita dengan pahala-pahala terbaik dengan cara mengerjakan amalan-amalan yang terbaik pula. Jangan sampai di alam kubur nanti kita menyesal, namun harusnya kita menjadi insan yang mendapatkan nikmat di alam kubur atau akhirat kelak berupa surga-Nya. Aamiin.


Ghozwul Fikr (Perang Pemikiran)

Disampaikan Oleh : Ust.Didik Setyo Purnomo, ST. MT.
Dalam : Kajian Islam Pekanan, Pesantren Mahasiswa SDM IPTEK

Sebagai seorang manusia, kita tentu menyadari berbagai perubahan yang terjadi di akhir zaman ini. mulai dari perubahan budaya, moral, perilaku, ilmu pengetahuan, teknologi dan hampir segala aspek kehidupan. faktanya adalah saat ini kita sedang dihadapkan kepada sebuah perang yang luar biasa besarnya. bukan hanya perang fisik seperti Israel yang tak henti-hentinya membombardir palestina, melainkan juga perang pemikiran yang mempengaruhi segala perilaku dan moral masyarakat. pada hakikatnya, ada beberapa jenis perang yang kita hadapi pada zaman sekarang ini, dan semuanya telah termaktub dalam Al Qur'an, antara lain:

  • perang politik 
          Perang dalam bidang strategi politik. perang ini kita jumpai antara AS dengan Uni Soviet, dimana tidak terjadi perang fisik secara langsung, namun terjadi psywar yang sangat hebat untuk menunjukkan negara itu yang terbaik. perang politik ini digambarkan dalam Al Qur'an dalam Surat Al An'am ayat 123 :
" Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat- penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya".
  • Perang militer
          dalam bayangan kita mungkin inilah perang yang sesungguhnya karena perang militer melibatkan fisik dan persenjataan. yang sering kita dengar akhir-akhir ini seperti perang antara Israel dan Palestina yang tak ujung usai. hal ini dipaparkan dalam Alquran antara lain dalam Surat Al Baqarah ayat 217.
  • perang ekonomi
          perang yang baru-baru ini muncul adalah perang ekonomi, dimana terjadi persaingan yang kental dan sengit antar  negara-negara pelaku ekonomi, seperti China (Tiongkok) yang sangat gencar merebut pasar. ternyata hal ini juga disebutkan dalam Alqur'an surat At Taubah ayat 34
  • perang pemikiran (Ghozwul Fikr)
Perang pemikiran terjadi melalui beberapa tahap, antara lain :
- fase sebelum jatuhnya khilafah, dalam tahap ini sering terjadi orientalisme, kristenisasi, dan pemutusan hubungan negeri-negeri dengan khilafah guna melemahkan kekuatan kaum muslim.
- fase jatuhnya khilafah, terjadi pemisahan agama dengan urusan negara, terjadi penyebaran faham nasionalisme dan terdapatnya upaya menjatuhkan khilafah
- fase sesudah jatuhnya khilafah, ditandai dengan mulai tumbuhnya sekularisasi bidang pengajaran, penerangan, perundang-undangan, penegakan nasionalisme, dan pembebasan batas-batas terhadap wanita.

Secara pengertian, Ghozwul Fikr (Perang pemikiran) berasal dari kata Ghozwah yang artinya serangan, serbuan, atau invasi, dan kata Fikr yang berarti pemikiran. sedangkan pengertian Ghozwul Fikr secara istilah yaitu Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya, sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal yang tidak Islami.

Dengan demikian, jelaslah bahwa ghozwul fikr ini sangat berbahaya, karena disamping mengubah pola pikir masyarakat muslim, juga dapat mengubah segala sesuatu hal menjadi tidak islami atau keluar dari koridor yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. secara rinci, sasaran-sasaran dari Ghozwul fikr ini juga disebutkan dalam kitab Suci-Nya, antara lain :
- Menjauhkan Umat Islam dari dien
   Hal ini telah sering kita jumpai di berbagai bentuk kehidupan sekarang ini. salah satu contohnya adalah media televisi yang senantiasa menghadirkan tayangan-tayangan yang menyimpang dan semakin menjauhkan sesorang muslim dari agama. hal ini seperti dijelaskan dalam Alqur'an Surat Al Isra' ayat 73 ;
"Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia".

Berusaha Memasukkan orang Islam yang sudah lemah kedalam agama kafir.
   Sasaran ini telah banyak kita temui dengan semakin maraknya isu kristenisasi yang muncul belakangan ini. seperti disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 120 :
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu".

- Memadamkan cahaya (Agama) Allah
  Inilah sasaran akhir dari ghozwul fikr, yaitu memadamkan atau menghilangkan Agama Allah di muka bumi.seperi tertera dalam kitab-Nya ;
"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya". 
   
Untuk mencapai sasaran tersebut, ada dua metode yang dilakukan, yaitu dengan membatasi Islam agar tidak tersebar luas dan menyerang Islam dari dalam. metode yang dilakukan untuk membatasi Islam agar tidak tersebar luas antara lain :
Tasykik (pendangkalan/peragu-raguan)
Gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya. salah satu contohnya adalah kaum gay/homoseksual. Di awal mungkin kita akan sangat menentang hal ini, tapi seiring dengan berjalannya waktu dengan alasan HAM, maka kita mungkin akan memakluminya, Naudzubillah, Padahal telah jelas disebutkan dalam Nash bahwa homoseksual itu perbuatan dosa yang tak terampuni. bahkan masih kita ingat Kisah kaum Nabi Luth yang diberikan azab yang besar oleh Allah karena mereka menyukai sesama jenis. 
Tasywih (Pencemaran/pelecehan)
Upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk.
Tadhlil (penyesatan)
Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai dari cara yang halus sampai cara yang kasar.
Taghrib (pembaratan/westernisasi)
Gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam, mendorong kaum muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku barat.

Sementara itu, metode penyerangan Islam dari dalam antara lain :
Penyebaran faham sekuralisme
Berusaha memisahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Penyebaran faham nasionalisme sempit
Nasionalisme membunuh ruh ukhuwah Islamiyah yang merupakan azas kekuatan umat Islam. seperti dikatakan dalam Hadits Bukan dari golonganku orang yang mengajak pada ashobiyah dan bukan golonganku orang yang berperang atas dasar ashobiyah dan bukan dari golonganku orang yang mati karena ashobiyah”.
Pengrusakan akhlak umat lslam terutama para pemudanya.

Dalam kenyataannya, banyak sekali cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk melancarkan perang pemikiran ini kepada kaum muslimin. oleh karena itu tentu banyak pula media yang digunakan dan akhirnya mampu dikuasai oleh mereka. beberapa fakta yang ada terkait media yang mereka gunakan antara lain :
§Mass Media : cetak dan elektronika
  Kondisi saat ini, banyak sekali media-media besar yang telah dikuasai oleh orang-orang kafir yang berniat melancarkan serangan ghazwul fikr ini, seperti media cetak (koran, majalah, dll) ataupun televisi.

§Internet, Beasiswa
  Sekarang ini mulai banyak beasiswa-beasiswa yang diberikan oleh missionaris kepadapara pemuda islam dalam rangka kristenisasi.
§Pelatihan, LSM/NGO

Dari kesekian banyak metode, cara, dan sarana yang digunakan, tentu ekspekstasi orang-orang kafir adalah
membuat umat islam melemah. beberapa ekspekstasi khusus yang mereka harapkan adalah seperti
tergambar dalam Alqur'an sebagai berikut :
1. Umat Islam menyimpang dari Al-Qur’an dan   As-Sunnah (QS. 25:30)
2. Minder dan rendah diri (QS. 3:139)
3. Ikut-ikutan (QS. 17:36)
4. Terpecah-belah (QS. 30:32)



Penulis : Ilham Doni Tamara, Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS


Download Slide Materi Ghazwul Fikr, Klik Link berikut :
Ghazwul Fikr

Tujuh Keajaiban Dunia

Lagi semangat-semangatnya ngeblog nich,, dan alhamdulillah dapat banyak bahan,, salah satunya cerita berikut ini :


Sekelompok siswa-siswi kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal pelajaran, mereka diminta untuk membuat senarai apa yang mereka fikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” ketika ini. Walaupun ada beberapa ketidak- sesuaian, sebahagian besar senarai diperolehi:
1) Piramid
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Condong Pisa
5) Angkor Watt
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan senarai pilihan, pensyarah memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya.. Jadi, pensyarah bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesukaran membuat senarainya.
Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak dapat memilih kerana sangat banyak.”
Si Pensyarah berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami dapat membantu memilihnya.”
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya fikir, “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah,
1) Dapat melihat
2) Dapat mendengar
3) Dapat menyentuh
4) Dapat menyayangi
Dia ragu sebentar, dan kemudian meneruskan…
5) Dapat merasakan,
6) Dapat tertawa,
7) Dan, Dapat mencintai
Ruang kuliah tersebut sunyi seketika.

Pengajaran Cerita Ini:

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara kita lihat semua yang telah Tuhan kurniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”.
Semoga anda hari ini diingatkan tentang segalanya yang betul-betul ajaib dalam kehidupan..........

Tulisan Oleh : Hua Seng, Santaisini.blogspot.com

Sopo Durung Shalat???

Tak Ada kata "TIDAK" untuk SHALAT..























Ilusi Mata Kalimat Allah...

Coba lihat titik pada kalimat ALLAH selama 10 detik, kemudian alihkan pandangan Anda pada dinding kosong... Lihatlah keajaibannya.... SubhanALLAH,,, rasa sangat kagum dengan ilusi mata karuniaNya ini...


Sumber : Santaisini.blogspot.com

Inikah Anda???

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu
sholatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman A.S.
Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah... dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang
ketika ditimpa musibah, lalu dia berucap 'Inna lillahi
wainna illaihi rajiuun.' Kemudian berkata,'Ya Robbi, Aku
ridho dengan ketentuanMu ini', sambil mengukir senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar...

Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang
ada, dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara
ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan
berbagilah...

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang
ada,selalu menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau
menjadi kikir juga dengki...

Siapakah orang yang rugi?
Orangyang rugi adalah orang yang sudah sampai usia
pertengahan,namun masih berat untuk melakukan ibadah dan
amal-amal kebaikan. Maka hargailah waktumu dan
bersegeralah...

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak
yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda...

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah
orang yang mati membawa amal-amal kebaikan,
dimana kuburnya akan diluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu...

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah
orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan, lalu
kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan
kehidupan setelah dunia...

Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni
surga kelak, karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia
untuk menghindari siksa neraka. Maka peliharalah akal
sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap
ridho-Nya.

Saat...


Sebuah film pendek garapan anak Lamongan. Film indie yang mendapat penghargaan juara III FFI Jatim ini memang sangat menggugah perasaan. Diangkat dari kejadian sehari-hari di masyarakat (khususnya masyarakat Lamongan) dan diwarnai dengan penjiwaan yang luar biasa dari para pemerannya menambah indahnya dinamika yang terdapat dalam film ini. Apalagi didukung dengan pengambilan gambar yang strategis menambah kesan profesional film ini.

Bercerita tentang konflik yang terjadi pada kehidupan keluarga miskin di tengah kota, kita dihantarkan pada sebuah pemandangan yang miris yang sering terjadi di tengah-tengah kita. Seorang anak yang menjadi korban ketidak harmonisan hubungan rumah tangga akibat kondisi finansial dan kebiadaban sang ayah, hanya bisa pasrah menerima keterbatasan yang dia alami. Di saat tertentu sang ayah mulai mulai berniat untuk berubah, tapi disaat yang lain, niat itu dengan mudahnya berbalik arah karena pengaruh lingkungan yang sudah rusak.

Setelah melihat film ini, terbersit satu pertanyaan dalam hati, Jika aku ada di tengah-tengah mereka, APA YANG BISA KULAKUKAN? karena kenyataannya peristiwa seperti itu tidak hanya ada satu, tapi ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan keluarga miskin yang masih hidup dalam bayang-bayang kehidupan kalangan elit. Padahal mereka semua membutuhkan uluran tangan kita, terutama menunggu aksi-aksi mahasiswa dalam menjalankan Peran Fungsinya di kalangan masyarakat seperti itu.